Adalah Hujan yang jatuh menderas bumi , memanjakan diri tuk hanyut terlena dalam buaian buku. Menjerat malas , mencampakkan sisi rutinitas hingga goda untuk menyangkal agenda. Tanpa sadar , ketika waktu menginjak pukul 13:30 ditengah kecamuk derap irama air yang tak kunjung surut tercurah dari langit , sosok Nisa , Sasha dan Mita hadir di depan pintu.
Kekuatan apa yang meringankan langkah kaki mereka disaat cuaca digjaya memenjarakan pulas? Theophile Gautier sesekali pernah menulis : 'Mencintai adalah mengagumi dengan hati. Mengagumi adalah mencintai dengan pikiran.' Maka , membacalah. Sebab membaca itu pancuran kebijaksanaan. Itukah jawaban untuk sementara ini ? Dan Berpikirlah......sebab berpikir itu sumber kekuasaan.*
Gemericik air yang mulai melambat , seakan ingin bersahabat menemani konsentrasi Nisa dan Sasha dalam menulis. Sementara Mita kecil kian disibukkan oleh deret angka hitung menuju basis 70 dan pengenalan kata baru. Hingga pada satu titik , terkuaklah seberapa kuat daya tahan hati kecilnya.
Sulit bagi Sasha untuk dapat menyeimbangi kemampuan menulis Nisa. Tak pelak , hanya dalam kisaran waktu yang tak sampai dari 45 menit Nisa telah menyelesaikan 2 tulisan dengan tema atau judul yang kami arahkan , yaitu : Tentang Sahabat dan Cita-Cita.
Tentang Cita-Cita
Namaku Annisa , dari kecil aku sangat suka yang namanya menulis. Waktu belum sekolah aku sudah bisa / lancar menulis dan membaca. Waktu kelas I aku sudah bisa membikin puisi dan cerpen , bahkan aku pernah jadi Juara 1 lomba membaca puisi dan menghafal surat-surat pendek , tapi sayang pialanya aku taro di sekolah.
Aku baru duduk di kelas V SD tapi aku udah bercita menjadi penulis terkenal. Aku bisa menulis puisi , cerpen , cerita dongeng , namun aku susah sekali untuk menulis komik. Susah banget. Aku suka sama buku-buku cerita , apalagi buku puisi. Setiap kali ada pelajaran membuat puisi , teman-temanku selalu minta kasih tau sama aku.
Aku suka menjadi seorang penulis karena bisa mempunyai inspirasi yang tinggi. Hanya bekerja di depan laptop , jarang yang kelihatan oleh kamera , karena aku tidak suka dilihat kamera. Dulu , cita-citaku penulis , pelukis dan dokter. Jika aku jadi dokter , mana ada dokter yang cacat seperti aku , lalu aku minder dan aku buang jauh cita-citaku itu.
Aku mempunyai teman yang jago banget menggambar , salah satunya Bella. Aku gak bisa menggambar lebih bagus dari mereka. Aku gak percaya diri untuk jadi pelukis. Inilah satu-satunya cita-cita aku , yaitu penulis , karena cuma itu yang aku bisa. Mudah-mudahan cita-citaku ini bisa tercapai. Jarang loh ada orang yang gampang menggapai cita-citanya dengan cepat dan tepat dengan apa yang kita inginkan.
Ada nuansa sedih dan kesan tegar pada tulisan Nisa. Selesai menulis , adik-adik diperkenankan meminjam buku.
- Sasha : Meminjam Asma'ul Husna : 99 Kisah Terpilih & Walt Disney 5 : Berkelana di Puri Hantu Ria , mengembalikan Love.
- Mita : Meminjam Story From The past , mengembalikan Trouble Idol
- Nisa : Meminjam Dongeng 1001 Malam & Honey's White Book
Sebelum kegiatan diakhiri Nisa menuliskan satu puisi pada whiteboard.**
AYAH
Kau yang mencari nafkah
Membuat kami tidak lagi susah
Walau sakit telah datang
Kau tetap mencari uang
Kau selalu membuat kami senang
Jika kau pulang membawa uang
Walau kau sering menangis di dalam hati
Tapi kini berbeda lagi
Karna sekarang kau telah pergi
Meninggalkan aku sendiri
Sekarang aku hanya bisa menangis di dalam hati
Karna sekarang tak ada yang menghiburku lagi
Hujankah yang membuat ia menjadi Melankolis ? Teringat kami akan puisinya yang lain.
Sendiri
Bagiku sendiri itu menyenangkan
Bagi orang lain sendiri itu menyedihkan
Tiada teman aku sendiri
Biar semua tiada yang iri
Dan kapan aku tidak mengetahui
Walau sahabat ada di depan hati
Namun sendiri tetap menghantui
Kesendirian yang selama ini ku jalani
Hatiku memang sakit karna sendiri
Tiada yang menghiraukanku selama ini
Namun ku harus tetap menjalani
Kesendirianku ini sampai ku mati
Ya Allah......jadikanlah pintu rumah ini cukup lebar untuk menerima semua yang memerlukan kasih sayang , persahabatan dan tempat yang nyaman. Buatlah pintu rumah ini selalu terbuka untuk menerima Cahaya Mu. Amien....
Note :
* Referensi : Untaian Kata Bijak Hari Ini , INTISARI
** Pukul 17 Salsa dkk (Windi , Rahma , Prasti dan adiknya) datang berkunjung selepas mengaji untuk sekedar mengobrol dan bermain
*** Terimakasih kembali kami haturkan atas donasi sahabat di Tangerang minggu lalu , salam spesialnya telah kami sampaikan
sumber : https://www.facebook.com/notes/gerakan-solidaritas-sosial-pendidikan-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/catatan-v-minggu-03102010/122572211131544
Gerakan Solidaritas Sosial Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat [GESSPPEM]
Ranadika Daya Ekora
Arsip V - 03 Oktober 2010 , 21:38