Di matahari yang bersinar kuletakkan cita -citaku yang tertinggi. Mungkin aku tak dapat mencapainya, tetapi aku dapat melihat dan memandangi keindahannya, mempercayainya, serta mencoba untuk mengikuti kemana ia akan membawaku.* Merekalah anak-anak kehidupan yang merindui dirinya sendiri. Bersanding pada keangkuhan hari esok laksana laut yang tak pernah tidur. Dimana dalam keterjagaannya ia akan selalu menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.** Motivasi dan kreativitas adalah tema yang coba kami angkat dalam catatan kegiatan minggu ini.
Sang waktu yang tak pernah lelah berputar mengajak kami berpacu di setiap minggu menggapai pukul satu (13:00). Sebuah pertimbangan mengemuka untuk memundurkannya barang 30 menit ke depan guna memberi cukup ruang bagi kami mempersiapkan ruang bagi kehadiran para tunas bangsa yang gigih mencari cahaya ilmu dengan harapan dapat menumbuhkembangkankan rasa cinta ibu pertiwi.
Pukul 13:15 , kerumunan dari beberapa kelompok adik-adik telah menunggu di 3 titik strategis seputaran 'Rumah Baca dan Belajar.: Cahaya Ilmu , Tunas Bangsa , Cinta Ibu Pertiwi.' Belum lepas lagi penat yang meradang , suara unik Abih samar mengiringi langkah menuju pintu ruang utama. 'Kak , ada anak baru lagi....'. Tak lama barisan gelombang demi gelombang 'Laskar Pelangi' turut meramaikan kehidupan pada satu titik kecil dunia. Seandainya ada motivasi yang menggerakkan langkah riang mereka....maka bolehlah kami bertanya atau sekedar menduga....apakah kiranya ia?
Menarik sekaligus menantang terkadang dapat terbalut menjadi satu , ketika fenomena hidup dan kehidupan membentang di depan mata. Tak pernah kami bayangkan sebelumnya , bila adik-adik yang masih teramat kecil pun akan ikut datang bergabung (usia 3-4 tahun). Dengan sangat menyadari begitu maraknya keterbatasan yang tengah melingkupi berbagai upaya terbaik kami tentulah kami tak kuasa membagikan cahaya-cahaya kebaikan kepada jiwa-jiwa kecil ini. Kami titipkan sepenggal doa sekiranya ada kemudahan dari NYA terhadap setiap langkah yang kami pijak dan lalui.
Pukul 13:40 kegiatan dimulai di ruang sebelah. Dari sekitar 21an adik-adik yang datang, hanya 18 yang kami catat dengan penekanan pada tambahan 3 orang adik baru (Aldo (kelas 5) , Robi (Kelas 3) dan Sania (Kelas 5 ). Mereka adalah Mita , Nurlela , Vina , Erni , Izul , Riski , Abih , Deni , Arik , Angga , Nisa , Sasha , Amel , Yuni dan Bella.
Selepas doa belajar dipanjatkan , dimulailah pengelompokan aktivitas : Belajar Membaca , Berhitung (Matematika Dasar) dan Menggambar. Adik baru kami , Aldo dengan yakinnya memilih untuk menggambar , mengajak Robi. Berdasarkan informasi yang kami terima sebelumnya , sekalipun Robi duduk di Kelas 3 SD namun ia belum dapat membaca. Rupanya ada tendensi positif dari masyarakat sekitar - menaruh harap akan kehadiran Rumah Baca dan Belajar. Semoga Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Baik dapat melapangkan berbagai jalan kebaikan ini menjadi sebentuk hasil kongkrit lagi konstruktif.
Pukul 14:30 Kak Ellis datang. Dan semakin terbantulah kami dalam membimbing adik-adik yang datang untuk belajar , khususnya membaca serta menggambar. Tak jarang perjalanan sang waktu kerap mengajak manusia untuk beradaptasi. Apalagi bila situasi dan kondisi mengamini. Dengan semangat menatap hari esok (masa depan) Indonesia yang relatif lebih baik kami pun tak kan segan kiranya untuk selalu berbenah dan menata diri. Kami yakin jejaring kebersamaan dalam solidaritas dapat membangkitkan kembali tanah negri ini.
Kembali kepada tema catatan kegiatan minggu ini , yaitu motivasi dan kreativitas. Kami coba ingat kembali kebersamaan kami dengan beberapa adik (Amel , Bella , Nurlela dan Nisa) sejak sabtu dan minggu lalu , terlepas dari tambahan kedatangan pasukan kecil Abih , Erni dll. Merekalah yang meminta kami untuk dapat datang , membukakan pintu Rumah Baca dan Belajar yang seakan telah menjadi rumah kedua mereka. Pada satu titik perenungan , bolehlah kami mencipta slogan 3 B (Belajar , Berkarya dan Berbagi). Sebuah tempat (rumah) yang didalamnya terdapat keharmonisan , kasih sayang , toleransi , harga-menghargai , sumber ilmu , hikmah dan kebijaksanaan merupakan sebuah iklim yang sangat baik dalam melahirkan motivasi dan kreativtas. Inilah satu fakta menggembirakan yang kami temukan dari hasil berinteraksi dengan adik-adik tercinta. Kreativitas yang mereka tuangkan dalam bentuk pantun , puisi dan gambar tak hanya sebatas media ekspresi hati. Namun ada bakat serta potensi besar terpendam yang tengah bersemayam dalam diri mereka. Tentulah kami , para sahabat dan rekan donatur tak kan henti untuk berharap dan terus mendukung , membimbing dengan segenap kemampuan terbaik kami agar potensi dapat menjadi realisasi. Pancaran diri kualitas nilai pribadi.
Berikut ini kami lampirkan hasil karya adik-adik di minggu ini.
Puisi by Nisa :
Mentawai
Padang yang dulu begitu indah
Kini semua hancur sudah
Gempa yang maha dahsyat
Memporak porandakan rumah serta jiwa
Tsunami datang tiba-tiba
Membuat panik warga
Mereka berlarian kemana-mana.
Menyelamatkan diri dan keluarga
Kini mereka berada di pengungsian
Dengan kondisi yang menyedihkan
Mereka tetap berhati mulia
Berteman sedih dan derita
Gadis Peminta - Minta
Setiap kita bertemu , gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang tanpa jiwa
Ikut aku , gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke sawah jembatan yang melulur sosok
Berhidupkan angan lagi gemerlap
Gembira ria kemanjaan riang
Sasha menulis :
Ditinggalkan Oleh Sang Guru
Betapa hatiku sangatlah sedih
Ditinggal oleh Sang Guru
Yang aku sayangi
Yang berjasa lagi mulia
Mengajarkan murid-muridnya
Kini ia telah tiada
Meninggalkan kami muridnya
Belum lagi sempat aku untuk
Mengucapkan rasa terima kasihku untuknya
Sungguh , hatiku sangatlah sedih
Melihat kepergian seorang guru
Kuucapkan kini terimakasihku
Untukmu,
Wahai Guruku
Edisi Pantun :
By Amel (Kelas VI SD) :
Simpang Empat
Suka menanti
Ambil ketupat
Dibelah dua
Kalau kamu Pergi mengaji
Jangan Lupa
Doa kan Orang tua
By Bella (Kelas VI SD) :
Malam hari Melihat bintang
Malam minggu Menonton wayang
Kalau hati Tengah bimbang
Pergi berwudhu Lalu Sembahyang
Hasil karya Gambar :
Bella mencoba menggambar menggunakan krayon donasi dari Mba Wie dengan bimbingan kak Ellis
Yuni dengan percaya diri menggambar menggunakan krayon
Hasil karya Yuni
Demikian senarai aktivitas kegiatan minggu yang dapat kami sampaikan. Semoga motivasi dan kreativitas adik-adik tak kan surut dalam berkarya. Kami akhiri catatan ini dengan mengutip ulang tulisan indah dari Louisa May Alcott :
'Di matahari yang bersinar kuletakkan cita -citaku yang tertinggi. Mungkin aku tak dapat mencapainya, tetapi aku dapat melihat dan memandangi keindahannya, mempercayainya, serta mencoba untuk mengikuti kemana ia akan membawaku.*'
Salam kreasi.
Sumber :
* By Louisa May Alcott
** Modifikasi penggalan Syair Gibran - 'Anak'
Gerakan Solidaritas Sosial Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat [GESSPPEM]
Ranadika Daya Ekora
Arsip X - 01 November 2010 , 23:41