Atas nama keabadian yang hakiki - darimanakah segala sumber kemauan dan kegigihan itu berasal? Waktu masih menunjukkan pukul 12:40 saat rombongan Ian , Fatmah , Silvi , Maryam dan Diki memasuki halaman , namun lantai Ruang Baca dan Belajar terlihat masih memerlukan belaian lembut sapuan tangan wanita. Tak berselang lama , mulailah kemudian para wanita dalam rombongan adik asuh yang direkomendasikan oleh 'Mbah' (sesepuh) ini memainkan peran layaknya divisi kebersihan dan kenyamanan proses belajar-mengajar , meninggalkan Diki yang asik ribut sendiri berceloteh mengomentari pertumbuhan tanaman cabe hias organik yang telah cukup lama tidak dilihatnya.
Kedatangan mereka yang lebih awal menarik pula perhatian Bella dkk (Nurlela dan teman menggambarnya Bella : Yuni). Disusul oleh Nisa CS (Mita , Sasha mengajak temannya : Afifah) sehingga belum genap lagi pukul 13 , suasana sudah ramai. Pukul 13:15 ke dua ruangan telah siap dan bersih untuk digunakan - hasil kerjasama tim yang baik antara Ian , Fatmah dan Silvi. Sebelum kegiatan minggu ini dimulai kami sepakati terlebih dahulu untuk membuat jadwal siapa dari adik-adik yang akan memimpin doa belajar pada setiap minggunya , terutama minggu-minggu yang masih tersisa di bulan Oktober ini. Maka tersusunlah : Nisa , Fatmah dan Silvi. Penuhnya Ruang utama membuat beberapa adik yang berada diluar hanya dapat melongokkan kepala dan terlihat agak bingung dalam bersikap sehingga mereka hanya berjalan mondar-mandir tak karuan. Namun Vina kecil cukuplah pintar , ditemani ibunya ia berhasil memperoleh sedikit tempat diantara Mita dan Nisa. Berbeda halnya dengan Bella yang satu lagi , yaitu anak Bapak kontrakan dimana lebih memilih untuk menunggu di ruangan sebelah yang selanjutnya akan digunakan oleh adik-adik untuk aktivitas menggambar.
Selesai Nisa membacakan serta memimpin doa belajar , maka dimulailah aksi pembagian aktivitas. Bukanlah hal yang mudah bila 1 orang berupaya kuat sebaik mungkin dalam membina 13 adik-adik yang datang berkunjung untuk belajar. Bella dan Yuni masuk menjadi satu kelompok khusus : menggambar. Mereka dapat menempati ruangan disebelah yang masih lapang. Tahap kedua mengarahkan Nisa dan Sasha untuk menulis atau berpuisi. Kelompok Ian (Fatmah , Silvi , Maryam , Diki) melakukan negosiasi dan meminta untuk menggambar. Sekalipun banyak diantara mereka yang kurang berpotensi dalam menggambar , namun beratnya situasi dan kondisi saat itu taklah memungkinkan untuk mencurahkan konsentrasi penuh kepada mereka , mengingat masih banyak adik-adik lain yang memerlukan arahan. Kemudian membentuk kelompok penyuka matematika (Nurlela dan Afifah , adik baru). Dan fokus terakhir dicurahkan kepada dua jiwa kecil , Mita dan Vina.
Jika waktu adalah sebuah kemewahan , maka itu adalah kiasan yang paling tepat dalam melukiskan kondisi belajar-mengajar minggu ini. Betapa tidak , disaat semangat menimba ilmu adik-adik ini begitu tinggi , setiap putaran menit adalah perputaran materi dan curahan perhatian. Dari Nisa ke Sasha , Nurlela , Afifa , Mita dan Vina ,.... sementara Silvi , Maryam , Diki , Ian dan Fatmah tak dapat tertangani. Bella dan Yuni dapat dilepas secara mandiri karena mereka tengah asik hanyut dalam dunia menggambar. Pada satu titik Pak Sarnah (Pemilik kontrakan) mulai dapat meyakini dan merasakan adanya kecenderungan positif yang meninggi atas antusiasme belajar yang dilihatnya secara langsung dengan mata kepala sendiri akan semangat adik-adik yang datang berkunjung untuk belajar. Sekalipun anaknya Bella tak kuasa pula tertangani hari ini , namun ia tetap ceria dan semangat berbagi dengan membawakan makanan untuk dinikmati oleh adik-adik yang telah menyelesaikan tugas yang diberikan.
Ada satu materi baru yang tengah diujicobakan efektivitasnya kepada adik-adik penyuka Matematika (Nurlela , Afifah dan Mita Kecil untuk berhitung). Sasha dan Nisa pun terkadang ikut menyimak metode yang diciptakan oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Jika cara berhitung yang konvensional dimulai dari kanan ke kiri (dari belakang ke depan) , maka metode ini yang dinamakan GAMPING (Gampang , Asyik , Menyenangkan) adalah jauh berbeda karena ia bergerak sebaliknya (dari depan ke belakang).
Ambil contoh :
5467
4875 +
Penyelesaian Cara Konvensional :
Dimulai dengan menambahkan 7+5 = 12 , ditulis 2 disimpan 1. Lanjut dengan 1+6+7 = 14 , ditulis 4 disimpan 1. Kemudian 1+4+8 = 13 , ditulis 3 disimpan 1. Dan terakhir 1+5+4 = 10sehingga jawabannya adalah 10.342.
Metode GAMPING :
Ada 2 cara :
I. Cara Lambat (Penyelesaian penjumlahan dengan 2 Baris)
Baris I dimulai dengan menambahkan 5+4 = 9 , Kemudian 4+8 = 12. Angka 12 terdiri dari 1 puluhan dan 2 satuan , maka tulislah 1 dengan huruf kecil seperti menulis pangkat / kuadrat.(berhubung fasilitas notes ini tidak dilengkapi dengan fasilitas kuadrat , maka kami ganti dengan huruf miring seperti berikut 1 ) sementara angka 2 sebagai satuan ditulis normal. Formasi pada angka kedua kami tulis 9 1 2. Lalu menuju angka ketiga : 6+7 = 13. 1 Ditulis miring dan 3 biasa. Formasi hingga angka ketiga : 9 1 2 1 3. Angka terakhir : 7+5 = 12. 1 Ditulis miring dan 2 biasa.
Formasi yang terbentuk untuk baris pertama (1) :
9 1 2 1 3 1 2
Penyelesaian akhir ada pada baris kedua dengan cara :
Menambahkan 9 dengan 1 , 2 dengan 1 , 3 dengan 1 , 2 terakhir tetap karena tidak ada teman , sehingga didapatkan hasil yang sama :
10.342
II. Cara Cepat (Penyelesaian penjumlahan dengan 1 Baris)
Masih menggunakan soal yang sama :
5467
4875 +
Untuk dapat menguasai metode cepat , poin penting yang perlu diperhatikan adalah jumlah angka yang berada di sebelah kanan. Bila ia berjumlah lebih besar dari 10 , maka angka 1 akan ditambahkan kepada penjumlahan angka sebelumnya. Berikut ini adalah penjabaran soal diatas : (5+4) , (4+8) , (6+7) , (7+5)
Prosedur : (5+4 = 9. Perhatikan penjumlahan pada angka disebelah kanannya , yaitu 4+8 = 12. Karena 12 lebih besar dari 10 maka perlakuannya sbb : angka 1 ditambahkan kepada angka 9 , sehingga 9+1 =10. Apakah angka 2 perlu kita tambahkan 1? Kembali perhatikan penjumlahan angka disebelah kanannya. Karena 6+7 = 13 - lebih besar dari 10 , maka angka 2 tadi perlu ditambahkan juga dengan angka 1 , menjadi 2+1 = 3. Apakah angka satuan 3 dari hasil (6+7) perlu ditambahkan 1? Perhatikan saja angka terakhir , yaitu 7+5 =12. Karena 12 lebih besar dari 10 , maka angka 3 itu pun perlu ditambahkan 1 , menjadi 3+1 = 4. Sementara angka satuan 2 dari hasil penjumlahan terakhir (7+5) , karena disebelah kanannya sudah tidak ada penjumlahan , maka cukup ditulis 2 saja - sebagai angka penutup. Sehingga bila dituliskan secara utuh akan didapatkan hasil yang tak berbeda pula , yakni 10.342.
Cara ini akan jauh lebih mudah diserap bila diterangkan dengan bantuan whiteboard , dibandingkan dengan uraian kalimat. Selain sebagai sebuah pengkayaan alternatif pengerjaan soal penjumlahan , metode ini cukup membantu ketika bertemu penjumlahan 1 baris maupun 4 baris dengan lebih banyak digit.
Contoh Soal Penjumlahan : 1 baris dengan 3 Digit :
165 + 177 =
Cara pengerjaan (Pasangkan ratusan dengan ratusan (1+1) , puluhan dengan puluhan (6+7) dan satuan dengan satuan (5+7))
Dengan cara cepat : 1+1 = 2 . Apakah perlu ditambahkan 1? lihat penjumlahan (6+7 = 13) , ternyata perlu ditambahkan 1 (karena lebih besar dari 10) sehingga (2+1) menjadi 3. Angka satuan 3 pada penjumlahan (6+7) apakah perlu ditambahkan 1? perhatikan (5+7 =12) - lebih besar dari 10 , maka perlu ditambahkan 1 menjadi 3+1 = 4. Angka penjumlahan terakhir (satuan : 5+7 =12) karena angka 1 nya sudah ditambahkan ke angka sebelumnya ,sehingga hanya perlu ditulis angka 2 nya saja. Sehingga formasi jawaban secara keseluruhan didapatkan hasil 342.
Masih ada beberapa trik , variasi dan pengembangan dalam materi penjumlahan yang menarik untuk digali lebih dalam. Setidaknya pada minggu ini dapatlah diketahui sampai seberapa besar rasa ketertarikan dan seberapa cepat tingkat pemahaman penalaran matematika Nisa (Kelas 5 SD) , Sasha (Kelas 1 SMP) , Nurlela (Kelas 3 SD) dan Afifah (Kelas 4 SD).
Pukul 15:30..... tibalah waktu untuk memeriksa dan menyeleksi hasil kerja adik-adik minggu ini. Diawali oleh Bella dan Yuni yang menyerahkan langsung hasil gambar mereka.
PR Menggambar Bella minggu sebelumnya
Sasha menuliskan satu puisi dan satu tulisan pendek.
Rumahku
Tak terasa....
Lima belas tahun sudah
Keluargaku dalam naunganmu
Tak terasa....engkau telah mulai tua
Melebihi umurku
Namun biarlah ini terjadi apa adanya
karena Ayah dan Bunda
Belum mampu menggantikanmu
Dengan yang lebih muda
Kau pelindung setia
Dari hujan dan sengatan sang surya
Kuucapkan terima kasih untukmu selalu
Nelayan
Sebagian besar penduduk disekitar pantai bermata pencaharian menangkap ikan di laut. Orang yang bermata pencahariannya mencari ikan di laut disebut nelayan. Biasanya para nelayan tinggal bersama di satu desa. Tidak jauh dari tempatnya itulah para nelayan menjual ikan hasil tangkapannya.
Pada pagi hari tempat penjualan ikan sangatlah ramai. Banyak sekali yang membeli ikan karena para nelayan datang ke tempat itu untuk menjual ikan hasil tangkapannya.
Para nelayan biasanya berangkat pada malam hari. Semalaman mereka melaut dengan perahu dan menangkap ikan di laut. Di salam satu perahu terdapat beberapa orang nelayan. Mereka saling bekerja sama. Perahu nelayan biasanya dipasangi 'lampu'. Dari pantai lampu-lampu itu tampak berkelap-kelip seperti bintang atau kunang-kunang yang sedang berjalan.
Nelayan bekerja keras pada malam hari , sedangkan siang harinya mereka beristirahat di rumah. Ada yang memperbaiki jala yang robek. Adapula yang mempersiapkan bekal untuk melaut nanti malam.
Ikan-ikan di laut tidak pernah habis meskipun ditangkap setiap hari. Oleh karena itu , kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Tuhan telah menciptakan ikan-ikan untuk kita makan setiap hari.
Hari ini Nisa hanya membuat satu puisi yang mungkin akan dibacakannya minggu depan , berjudul :
Kesetiaan Seorang Sahabat
Bagai Embun yang sedang basah
Walau Bumi telah tiada
Namun kau tetap menjadi sahabat
Sahabat yang selalu setia untuk selamanya
Walau bumi telah menjadi abu
Namun kau tetap menjadi sahabatku
Kau tetap menjadi sahabat yang setia untukku
Karena aku mencari kesetiaan seorang sahabat
Demikian catatan yang dapat kami sampaikan untuk kegiatan minggu ini. Sebelum kami akhiri tulisan ini , izinkanlah kami menyampaikan ucapan syukur dan rasa terimakasih yang mendalam kepada teman-teman donatur yang telah menyumbangkan buku tulis , novel , permainan serta dana tunai untuk menunjang proses belajar-mengajar adik-adik binaan minggu kemarin. Semoga Allah SWT mencatat amal kebaikan kita semua. Amien.
sumber : https://www.facebook.com/notes/gerakan-solidaritas-sosial-pendidikan-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/catatan-vii-minggu-17102010/125961820792583
Gerakan Solidaritas Sosial Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat [GESSPPEM]
Ranadika Daya Ekora
Arsip IV - 17 Oktober 2010 , 22:47