Carilah mereka yang membuat hatimu tersenyum , sebab hanya senyumlah
yang mampu mengubah gelap menjadi terang.* Dan jika mimpi adalah kunci
untuk menaklukkan dunia....... berlarilah , tanpa mengenal lelah....
hingga kau sanggup meraihnya. Bebaskan mimpimu tinggi di angkasa. Warnai
bintang di jiwa. Menarilah jua dan perlu tertawa. Karena cinta kepada
hidup adalah api penyemangat , pencipta segurat senyum indah nan
abadi.** Demikian kami coba mulai kalimat pengantar catatan kegiatan
aktivitas sabtu dan minggu ini (20- 21 November 2010).
Hari sabtu ,
Rumah Baca dan Belajar : Cahaya Ilmu , Tunas Bangsa , Cinta Ibu Pertiwi (
RBCI)
dikunjungi oleh Kak Titi , Kak Nu dan Kak Vivi. Mereka datang , menyapa
dan berbagi ilmu kepada adik-adik. Terdengarlah tawa kecil bersenandung
riang bergema dari ruang ke ruang. Benarlah bila kebaikan mampu
menebarkan kebahagiaan ! Kedatangan kakak-kakak baru merupakan obat
pengusir sepi dan sunyi yang kerap mencengkram kehidupan adik-adik yang
yatim-piatu , seperti Nisa. Dengan kata-kata ia lukiskan suasana hatinya
tentang keberadaan mereka :
Sabtu Ini
Ku bahagia di sabtu ini
Karena mereka yang telah menghiburku lagi
Di dalam kesepian ini
Di dalam sunyi sepi sendiri ini
Sabtu ini
Ku bahagia sekali
Karena mereka ini
Mereka , mereka yang telah mengajarkan kami
Guru Baru ku
Kau baru datang hari ini
Tapi kau membuat senang hati
Mengajarkan anak murid disini
Tanpa lelah dan selalu senang di hati
Guru baruku ini
Mereka telah mengajarkan kami
Walau kau jarang datang kemari
Tapi mereka baik sekali
Adakah
kebahagiaan sejati yang mampu diukur oleh nilai materi? Kami percaya
dan akan terus mempercayai bahwa masih banyak niat dan semangat kebaikan
yang tak luntur dipelosok negri ini , dimana kebaikan akan melahirkan
kebahagiaan dan mampu menciptakan perubahan.
Bila ada
airmata yang jatuh berlinang pada sabtu itu , tak lain karena bahasa
kebaikan tengah berbicara dari hati ke hati. Menyentuh jiwa demi jiwa.
Sebuah bahasa kemanusiaan murni yang lahir dari fitrah terdalam manusia.
Minggu
, pukul 12:50 ruangan belajar mulai dibersihkan. Tak berselang lama ,
beberapa menit kemudian ada adik yang datang. Pukul 13:15 Kak Ellis tiba
dan siap membuka lagi memimpin kegiatan untuk yang keduakalinya. Ke 14
adik dikumpulkan di ruang utama : Abih , Izul , Abit , Mita , Saidah ,
Bella (kecil) , Robi , Nurlela , Afifah , Sania , Nisa , Amel , Bella
(besar) dan Sasha. Melanjutkan sesi pembukaannya beberapa minggu yang
lalu , Kak Ellis kembali menekankan tentang pentingnya untuk memiliki
dan mengejar serta meraih cita-cita. Ia bahkan telah menugaskan
adik-adik untuk menuliskan cita-cita mereka , diwarnai dengan indah.
Memberikan pemahaman bahwa karya ini (cita-cita) mereka hendaklah selalu
tertanam dihati , dapat dilihat setiap hari (ditempel pada dinding
kamar rumah masing-masing dan sebahagian akan dipajang pada ruang
sebelah (Ruang B) agar mereka dapat terus termotivasi untuk berupaya
kuat meraihnya mulai saat membuka mata dipagi hari (bangun tidur) maupun
saat akan tidur kembali. Mendekatkan jarak dalam satu ruang yang sama
antara mimpi dan cita-cita.
Pukul 14.00 , aktivitas
belajar dibagi ke dalam dua ruangan. Kelompok belajar berhitung
(matematika dasar) mulai masuk ke metode penyelesaian soal perkalian 1
hingga 2 digit. Dari adik-adik yang mengikuti (Nurlela , Afifah , Sania ,
Nisa , Bella , Amel dan Sasha) , Sasha teridentifikasi mudah dalam
menyerap penguasaan metode GASING. Setelah dilatih beberapa soal , ia
mampu menyelesaikan perkalian 2 digit (20 hingga 40) tanpa harus
menuliskan dan menjabarkannya terlebih dahulu dibuku , semisal :
22 x 25 =
26 x 29 =
32 x 35 =
dst....
Salah
satu kelebihan metode matematika GASING (Gampang , Asyik ,
Menyenangkan) nya Prof. Yohanes Surya , Ph.D adalah kemampuan melatih
dan mengorganisasikan fungsi otak secara optimal dalam berhitung
(komputasi). Teknik
Drilling (Pengulangan) cukup membantu
penguasaan materi menimbang pola kerja otak manusia dalam belajar yang
cenderung untuk mengikuti dan meniru akan sesuatu. Sekalipun kami baru
setengah jalan dari materi
'BAKAL KUBAGI' (Tambah ,
Kali , Kurang dan Bagi) , namun setidaknya semangat dan cita-cita kebaikan
'bakal kubagi' telah kami tanamkan sedini mungkin kepada adik-adik
RBCI yang
telah menguasai dengan baik metode ini untuk dapat membagikan ilmu ini
nantinya kepada teman-temannya yang lain yang masih merasa belum
mengerti atau memahami secara sempurna.
Ada satu hal
positif lainnya yang kami lihat menarik dari Amel kali ini. Bila pada
sabtu sebelumnya ia memiliki potensi dalam berpantun , kini ia
mengekspresikan diri dalam karya gambar. Potensi serupa juga kami temui
pada Bella kecil. Rupanya ketidakhadiran karya Yuni dua minggu
berturut-turut dapat memunculkan potensi-potensi baru guna mengisi
kekosongan kualitas karya kelompok menggambar.
Senja
menjemput. Beberapa adik masih enggan meninggalkan rumah baca dan
belajar. Sehingga agenda kami untuk menyalurkan santunan rutin bulanan
dari teman , sahabat dan para donatur pun menjadi mundur. Barulah
selepas menunaikan sholat Isya kami dapat bergerak bersama menuju rumah
Mbah. Ada dua poin yang kami perbincangkan disana.
Pertama :
Kemungkinan dilakukannya penjajakan kerjasama antara RBCI dengan pihak
Bu Teny dkk sehubungan dengan tawaran penggunaan rumah berikut fasilitas
yang menggoda didalamnya milik dermawan (Ibu Linda).
Kedua : Menitipkan dana donasi santunan untuk 6 orang adik binaan yang direferensikan Mbah (Ian , Fatmah , Udin & Maryam ~
Yatim , Diki ~
Piatu , Silvi ~
Dhuafa)
, sementara untuk Nisa (Yatim-Piatu) telah diberikan langsung oleh Kak
Rini di RBCI sejak maghrib , menyisakan Mita (Adik Nisa) yang belum
sempat kami salurkan santunannya.
Perjalanan berikutnya
(Pukul 20:00) adalah memberikan dana santunan untuk janda lansia , Bik
Minah. Dengan penuh perjuangan hebat menaklukkan kondisi jalan yang
bertanah becek 10 meter mendekati rumahnya , kami pun berhasil
menjejakkan kaki hingga di depan pintu rumahnya. Rupanya ujian tengah
berlangsung ! Tak hanya terserang
stroke yang menyulitkannya
untuk berjalan , kondisi Bik Minah yang sulit untuk mendengar (Hampr
Tuli) membuat kami kesulitan menemuinya. 10 menitan lebih kami mengetuk
dan memanggil-manggil namanya tetap tak membuahkan hasil. Dengan bantuan
tetangganya pun , Ibu Ros , usaha terbaik kami semua hanyalah mampu
menemui dan berbicara langsung dengan anaknya (Kinasih) yang tinggal di
rumah pamannya tidak jauh dari situ tanpa berhasil bertemu muka dengan
Bik Minah. Seorang diri ia tinggal di rumah ala sederhana yang cukup
memprihatinkan. Lalu kami putuskan untuk memberikan dan menitipkan dana
santunan donatur kepada Kina , setelah meminta nomor
handphone
nya yang dapat kami hubungi. Tunai sudah amanah untuk bulan ini yang
kami emban dari teman , kawan dan para sahabat donatur. Semoga Allah SWT
mencatat serta melipatgandakan rizki dan amalan kebaikan yang telah
diniatkan serta ikhlaskan.
Tak terasa 12 catatan sudah
kami tuliskan , dari lebaran (Idul Fitri) hingga lebaran (Idul Adha).
Pada kesempatan ini izinkanlah kami menginformasikan kepada teman-teman ,
bahwa catatan berikutnya XIII akan hadir sebulan sekali atau akan kami
gantikan dengan format yang lebih sederhana , misalkan dalam bentuk
paparan atau uraian di dalam karya adik-adik setiap minggunya.
Sebelum kami tutup catatan XII ini , seperti biasa tak lupa kami sertakan karya adik-adik pada minggu ini.
Kami pilihkan puisi Nisa sebagai perwakilan dari Kelompok menulis :
Mala Petaka
Desember dua belas , sembilan dua
Malapetaka menimpa
Hati menelas derita nestapa
Pulau Singa hancur , Mau Mere lebur
Mayat terbujur di tempa ombak berdebur
Flores diguncang gempa
Tsunami menyapu daratan
Tak kuasa tangan manusia menahan
Ribuan korban pun berjatuhan
Nikmatnya Punya Orang Tua
Angin sepoi berhembus di pagi hari
Zona Adzan terlewati
Ketika mentari telah meninggi
Aku mulai membantu Umi dan Abi
Tak lupa aku mendoakan keduanya
Lisannya begitu berharga
Ini adalah suatu anugerah
Aku pun mensyukurinya
Karya dari Kelompok Menggambar :

Nisa (sedikit warna dibantu Kak Ellis)
 |
~ Jangan Ada Duka ~
Desember dua belas , sembilan dua
Malapetaka menimpa
Hati menelas derita nestapa
Pulau Singa hancur , Mau Mere lebur Mayat terbujur di tempa ombak berdebur Flores diguncang gempa Tsunami menyapu daratan Tak kuasa tangan manusia menahan Ribuan korban berjatuhan Tuhan , tolong jangan ada (lagi) duka....menimpa Bumi kita... Gambar : Bella Puisi : Nisa
|
 |
~ Kamu ~ Kau tetap menjadi dirimu Tak kan ada yang dapat menggantikanmu Walau aku atau sesiapun itu Kau kan hidup di dalam sanubariku Kamu.....sahabatku Kamu.....teman baikku Yang kerap menemani hari-hariku Semua ini adalah tentang dirimu Nisa , 20.11.2010 Gambar : Amel |
Demikian
yang dapat kami sampaikan pada catatan kegiatan minggu ini. Untaian
rasa terimakasih yang tak ada habisnya pun tak bosan kami haturkan
kepada teman , sahabat dan para rekan donatur. Segala benih kebaikan
yang telah kalian tebar dan tabur selama ini , insya allah akan dapat
bermanfaat bagi perkembangan adik-adik dan masyarakat sekitar. Cukuplah
Tuhan semesta alam menjadi saksi atas segala tindak dan langkah
kebersamaan yang kita rajut dan lalui.
Salam kebaikan....
Sumber :
- Potongan kalimat
http://planetcinta.proboards.com/index.cgi?board=general&action=display&thread=14
- Sebahagian besar Lirik lagu Laskar pelangi ~ Nidji
http://www.lyricsmode.com/lyrics/n/nidji/laskar_pelangi.html
sumber : https://www.facebook.com/notes/gerakan-solidaritas-sosial-pendidikan-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/catatan-xii-minggu-21112010/134197209969044
Gerakan Solidaritas Sosial Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat [GESSPPEM]
Ranadika Daya Ekora
Arsip XII - 22 November 2010 , 01:32